Telkom Yogyakarta

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color
Home Berita Umum Telkom Perketat Keamanan Backbone Internet

Telkom Perketat Keamanan Backbone Internet

E-mail Print PDF

Telkom SpeedyJakarta, 5 Maret 2008 – PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terus berupaya memperketat sistem pengamanan jaringan backbone sehingga kejadian terganggunya layanan komunikasi data Speedy pada 29 Februari 2008 lalu tidak terulang kembali.

Vice President Public & Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia mengatakan, Telkom sebenarnya sudah memiliki prosedur operasi yang baku dalam mengamankan jaringan backbone, baik yang melintas melalui jalur kabel laut maupun terestrial. Namun peristiwa gangguan pada jaringan backbone yang terjadi pada 29 Februari 2008 lalu mendorong Telkom untuk lebih ketat lagi menerapkan sistem pengamanannya.

Seperti disampaikan melalui siaran pers Telkom sebelumnya, ketika kabel laut mulai terganggu pada 20 Februari 2008, Telkom segera melakukan perbaikan. Trafik data pada saat yang sama lalu dialihkan dari ring Jakarta-Tanjung Pandan-Pontianak-Batam-Pekanbaru-Palembang-Baturaja-Lampung-Jakarta ke jalur terestrial (darat) dengan rute Jakarta-Lampung-Palembang-Pekanbaru-Dumai-Batam-Jakarta sehingga masalah ini tidak berdampak pada pelanggan karena mereka masih bisa melakukan koneksi data/Internet.

Namun sayangnya, belum selesai terputusnya ring kabel diperbaiki, jaringan backbone serat optik yang ditanam di bawah tanah juga terganggu akibat pekerjaan pembangunan jalan layang di Palembang. Telkom lalu mengalihkan trafik melalui satelit dan radio transmisi digital yang hanya mampu mengalirkan 10% dari total volume trafik.

Menurut Eddy, langkah kontingensi sudah dilakukan Telkom namun gangguan ke sisi pelanggan memang tidak bisa dihindari. Diakuinya, layanan Internet Speedy sempat terganggu pada 29 Februari 2008, pukul 03.59 WIB, dan baru normal kembali pada 23.50 WIB. ”Tentu kami menyesalkan terjadinya gangguan tersebut, sebab selain pengguna, Telkom sendiri dirugikan baik secara materil maupun citra. Telkom akan menyampaikan komplain atas kelalaian ini,” kata Eddy.

Menyinggung masalah kompensasi, Eddy Kurnia menegaskan bahwa putusnya link serat optik di Palembang terjadi karena faktor eksternal dan berada di luar kontrol Telkom. Link tersebut putus akibat pekerjaan jalan layang (fly over) di kota Palembang, tentunya kerusakan yang ditimbulkannya terhadap jalur terestrial tersebut sama sekali tidak ada faktor kesengajaan juga. ”Kami berharap faktor penyebab ini juga dipertimbangkan,” ujarnya.

Setelah mempelajari secara seksama peristiwa ini, dengan mempertimbangkan lama gangguan dan faktor-faktor yang menjadi penyebabnya, Telkom memutuskan untuk tidak memberikan kompensasi atas gangguan yang menimpa jaringan Speedy pada 29 Februari 2008 lalu tersebut.

”Atas nama manajemen Telkom, sekali lagi kami memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang diakibatkan terputusnya layanan Internet Speedy. Ke depan, kami akan terus berusaha maksimal agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Eddy Kurnia.

 
Telkom Speedy

Statistics

Members : 3
Content : 64
Web Links : 6
Content View Hits : 6422